Scroll untuk melanjutkan membaca
SOSIAL

FPRB Gelar Sarasehan dan Rancang Tahun Menanam 2024 untuk Kurangi Risiko Bencana

Avatar photo
×

FPRB Gelar Sarasehan dan Rancang Tahun Menanam 2024 untuk Kurangi Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini

Pamekasan| JatimTrending.com- Sarasehan Pengurangan Risiko Bencana, yang digelar FPRB Pamekasan dihadiri Perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, Dadang Iqwandy, Perwakilan SRPB Jatim, Wahyudi SH, perwakilan pemerintah daerah dan Kepala Dinas terkait. Yakni Dinas PUPR, Amin Jabir, Dinas LH, Supriyanto, Akhmad Dhofir Rosidi selaku Plt. Kalaksa BPBD setempat dan Ketua FPRB Pamekasan, Suprijanto bersama segenap pengurus dan anggotanya, kamis pagi.

Suasana guyub saat saling bertukar informasi dan pikiran untuk kuatkan sinergi dalam pengurangan risiko bencana atau PRB di Bumi gerbang salam terasa. Terutama, saat sesi dialog antara para nara sumber dengan peserta sarasehan yang hadir dari pagi hingga siang hari di Ruang Rapat PUPR, Jalan Jokotole Pamekasan.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dadang Iqwandy paparkan pola penanggulangan bencana itu ada tiga fase yakni di tahap Pra Bencana, Tanggap Darurat dan Paska Bencana. Dan semua relawan di semua lini itu bisa berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing mulai dari mitigasi maupun aksi tanggap darurat.

“Keberadaan FPRB dan SRPB merupakan hal yang sangat penting bagi kerja BPBD. Terutama dalam penanggulangan bencana dan pengerahan relawan. Selain pendukung untuk peningkatan IKD (indeks kapasitas daerah, red) setempat,” kata Dadang Iqwandy.

Dadang juga ungkap, mereka itu merupakan potensi besar dan harus terus dirawat komunikasi dan kordinasinya. Sebab BPBD tanpa adanya kedua wadah besar relawan itu bukan apa-apa dan tidak bisa apa-apa dalam berkerja untuk menanggulangi bencana.

Baca Juga  Gandeng PSBB, DPW Peradaban Waru Khitan 70 Anak Secara Gratis

“Bayangkan saja jumlah relawan yang terdata di SRPB jatim ada sekitar 15 ribu hingga saat ini, dengan sekitar 250 organisasi kerelawanan se Jatim yang terdata. Sungguh ini merupakan potensi besar yang siap digerakkan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FPRB Pamekasan Suprijanto mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPBD Pamekasan, dengan terlaksananya Sarasehan Sinergi Pengurangan Risiko Bencana itu. Sebab, dengan bekal wawasan baru itu para relawan, anggota dan pengurus FPRB bisa langsung meramu program kerja yang tepat pada rapat kerja yang dijadwalkan akan digelar setelah sarasehan itu.

“Alhamdulillah pada sarasehan ini juga secara khusus dihadiri oleh perwakilan BPBD Jatim, sehingga semua peserta bisa lebih mengerti pola Sinergi dan kerja FPRB yang sebenarnya. Apalagi tadi banyak hal yang dipaparkan kepada pihak dinas dan BPBD setempat terkait pola kemitraan dan dukungan yang bisa dilakukan untuk FPRB kedepannya,” kata Suprijanto pada media.

Baca Juga  Gapura Luruk Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Tuntaskan Persoalan BTS Kemen Kominfo

Diharapkan dengan adanya sarasehan ini, para pengurus FPRB Pamekasan bisa membuat program kerja yang baik untuk dijalan sebagai program strategis selama setahun ini. Lalu bisa dikolaborasikan dengan dinas terkait dan BPBD setempat sesuai tupoksi masing-masing yang bisa saling memanfaatkan potensi relawan dan unsur pentahelix lainnya untuk pengurangan risiko bencana.

“Insyaallah pada tahun ini, FPRB Pamekasan akan canangkan sebagai Tahun Menanam 2024 dengan program mitigasi bencana melalui reboisasi dan penghijauan di kawasan hulu sungai dan bibir sungai perkotaan secara bertahap dan periodik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SOSIAL

Pamekasan| JatimTrending.com- Segenap relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur akan melakukan Aksi Bersih Sungai di aliran perkotaan yang membelah kelurahan Jungcangcang, kecamatan Pamekasan….