Scroll untuk melanjutkan membaca
KABAR DAERAH

Moh Sahri 48 Tahun Warga Panaguan Harus Berurusan Dengan Polisi Karena Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Avatar photo
×

Moh Sahri 48 Tahun Warga Panaguan Harus Berurusan Dengan Polisi Karena Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Sebarkan artikel ini

Pamekasan| JatimTrending.com- Polres Pamekasan, Madura Jawa Timur berhasil tangkap pelaku dan mengungkap kasus perkara pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korban merupakan siswi kelas 4 SD yang masih berusia 11 tahun dengan modus ingin membangunkan korban agar sholat subuh. Rabu (10/01/2024)

Buktinya, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/ 8 /I/2024/SPKT/POLRES PAMEKASAN/ POLDA JAWA TIMUR, tanggal 8 Januari 2024 oleh perempuan berinisial ERK, warga Pasuruan Kota. Berdasarkan laporan tersebut, Satreskrim Polres Pamekasan mengamankan terduga pelaku pencabulan inisial  Moh. Sahri usia 48 tahun, warga Kecamatan Larangan, Pamekasan pada Senin tanggal 8 Januari 2024 sekitar pukul 14.00 WIB di rumah pelaku.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan mengatakan, kasus pencabulan anak di bawah umur ini terjadi sekitar bulan Oktober 2023 sampai November 2023 di dalam kamar Panti Asuhan Al-Mu’thi Dsn. Nangger Ds. Panaguan Kecamatan Larangan Kab. Pamekasan. Namun pencabulan anak di bawah umur itu baru diketahui pelapor pada tanggal 22 Desember 2023 saat menjemput anaknya (korban).

Baca Juga  Puskemas Omben Gelar Pekan Bumil Sehat Bertepatan dengan Hari Ibu, Strategi Cegah Stunting

“Saat itu, pelapor mendapati bahwa anaknya terdapat perubahan tingkah laku yang tertutup,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan mengatakan pada saat korban pulang kerumahnya pelapor mencurigai terjadi sesuatu dengan anaknya, lalu menanyakan apa ada masalah di yayasan. Kemudian korban menceritakan bahwa telah dicabuli oleh Moh. Sahri yang dilakukan di waktu Subuh di dalam kamar Panti Asuhan Al-Mu’thi.

Baca Juga  Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas 150 Hektar di Mandailing Natal

“Pengakuan korban, Moh. Sahri mencabuli dengan cara meraba-raba kemaluan dan payudara korban. Tidak hanya itu, teman korban berinisial M, juga pernah meraba payudaranya. Namun kejadian itu sudah lama dan M sudah dikeluarkan dari Panti Asuhan,” kata AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Di lain itu, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengatakan pada saat Press Release tersangka mengakui melakukan perbuatannya dengan cara memegang pantat korban yang sedang tidur, lalu menggoyang-goyang pantat korban dengan alasan membangunkan korban. Sedangkan, hasil Visum et repertum (VER), pada kemaluan korban terdapat robekan lama.

“Korban adalah anak berkebutuhan khusus (ABK) yang didampingi Psikiater saat dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

Di samping itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengatakan bahwa telah mengamankan barang bukti 1 rok motif kembang milik korban, 1 baju kaos lengan panjang motif garis milik korban dan bukti hasil visum.

Baca Juga  Politisi Golkar Serukan Jaga Kondusifitas Jelang Pilkades Serentak di Pamekasan

“Akibat perbuatannya, tersangka terancam dikenai pasal 82 UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 76E UU RI No.35 tahun 2014 jo pasal 82 PERPU pengganti UU no.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 sebagaimana Undang-Undang RI No.17 tahun 2016 tentang perpu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dan Pasal 290 ayat 1e, 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara antara 5 – 15 tahun,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *