Scroll untuk melanjutkan membaca
PENDIDIKAN

Ummat Islam Dilarang Mengucapkan, “Seandainya” atau “Andaikata”, Berikut Penjelasannya

×

Ummat Islam Dilarang Mengucapkan, “Seandainya” atau “Andaikata”, Berikut Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Penulis : H. Syaifuddin, S.Si Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pamekasan Madura.

PENDIDIKAN | jatimtrending.com – Dalam menjalani kehidupan di dunia, manusia tidak luput dari apa yang dinamakan musibah, karena musibah yang terjadi sudah merupakan ketetapan atau Takdir ALLAH.

Apabila seorang muslim diterpa musibah hendaknya seorang muslim tersebut tidak usah mengucapkan kata “seandainya” atau “andaikata” karena sudah larangan kata-kata itu sudah tertuang dalam Al Qur’an dan Alhadist.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Berikut Firman ALLAH SWT. dan Sabda Rasullullah SAW. :

Firman ALLAH Subhanahu wata’ala :

يَقُوْلُوْنَ هَلْ لَّنَا مِنَ الْاَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ اِنَّ الْاَمْرَ كُلَّهٗ لِلّٰهِ ۗ يُخْفُوْنَ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ مَّا لَا يُبْدُوْنَ لَكَ ۗ يَقُوْلُوْنَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هٰهُنَا ۗ قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِيْ بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلٰى مَضَاجِعِهِمْ ۚ وَلِيَبْتَلِيَ اللّٰهُ مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِيْ قُلُوْبِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Baca Juga  Ketum Gapura Imbau Warga Net Sudahi Konten Tragedi Carok Madura

“Mereka (orang-orang munafik) mengatakan : seandainya kita memiliki sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya (kita tak akan terkalahkan) dan tidak ada yang terbunuh diantara kita di sini (perang uhud). Katakanlah : ‘Kalaupun kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan ALLAH (berbuat demikian) untuk menguji (keimanan) yang ada dalam dadamu, dan membuktikan (niat) yang ada dalam hatimu. Dan ALLAH Maha Mengetahui isi segala hati. (QS. Ali Imran, 154).

Firman ALLAH Subhanahu wata’ala :

اَلَّذِيْنَ قَالُوْا لِاِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوْا لَوْ اَطَاعُوْنَا مَا قُتِلُوْا ۗ قُلْ فَادْرَءُوْا عَنْ اَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka takut pergi berperang : seandainya mereka mengikuti kita tentulah mereka tidak terbunuh. Katakanlah : Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Ali Imran, 168).

Baca Juga  Apa Saja Jihad Nabi Muhammad SAW Yang Perlu Sahabat Muslim Teladani, Yuk Kita Intip...!

Diriwayatkan dalam shoheh Muslim dari Abu Hurairah RadhiaLLAHu’anhu bahwa RasuluLLAH ﷺ bersabda :

احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجزن، وإن أصابك شيء فلا تقل : لو أني فعلت لكان كذا وكذا، ولكن قل : قدر الله وما شاء فعل، فإن ” لو ” تفتح عمل الشيطان

“Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada ALLAH (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan : “seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’”, tetapi katakanlah : “ini telah ditentukan oleh ALLAH, dan ALLAH akan melakukan apa yang Ia kehendaki”, karena kata “seandainya” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.”

Penjelasan tentang ayat dalam surat Ali Imran, Bahwa ada larangan mengucapkan kata “andaikata” atau “seandainya” apabila mendapat suatu musibah atau kegagalan.

Baca Juga  Adakan Lomba Surat Pendek, TK. As Sholihin Diapresiasi Positif Wali Murid Dan Nitizen Sosmed

Alasannya, karena kata tersebut (seandainya/andaikata) akan membuka pintu perbuatan syetan.

Petunjuk RasuluLLAH ﷺ (ketika menjumpai suatu kegagalan atau mendapat suatu musibah) supaya mengucapkan ucapan ucapan yang baik. (dan bersabar serta mengimani bahwa apa yang terjadi adalah takdir ALLAH).

Perintah untuk bersungguh-sungguh dalam mencari segala yang bermanfaat (untuk di dunia dan di akhirat) dengan senantiasa memohon pertolongan ALLAH.

Larangan bersikap sebaliknya, yaitu bersikap Lemah.

Kedua ayat di atas menunjukkan adanya larangan untuk mengucapkan kata “seandainya” atau “andaikata” dalam hal-hal yang telah ditakdirkan oleh ALLAH terjadi.

Mengucapkan “seandainya” atau “andaikata” yang demikian itu termasuk sifat-sifat orang munafik, dan juga menunjukkan bahwa konsekwensi Iman ialah Pasrah dan Ridho kepada Takdir ALLAH, serta rasa khawatir seseorang tidak akan dapat menyelamatkan dirinya dari Takdir tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

PAMEKASAN | Jatim Trending – Seiring perkembangan zaman, peran guru tidak hanya terbatas pada tugas mengajar di kelas, tetapi juga menjadi sosok panutan dan idola bagi siswa. dikutip dari Halaman…