Scroll untuk melanjutkan membaca
POLITIK

Pilpres Curang…? Kepercayaan Masyarakat Hilang, Indonesia Akan Hancur

×

Pilpres Curang…? Kepercayaan Masyarakat Hilang, Indonesia Akan Hancur

Sebarkan artikel ini
Penulis : Masdawi Dahlan, Pengamat Politik & Tokoh Agama Islam (Madura).

POLITIK| jatimtrending.com – Dalam sebuah riwayat hadits Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda : Jika seorang memilih pemimpin bukan karena Allah, maka dia sama dengan menghianati Allah dan Rasul-Nya dan umat manusia secara umum.

Pemimpin yang terpilih dengan cara yang tidak sejalan anjuran Allah, maka dia tidak akan mendapat bimbingan Allah dalam menjalankan tugasnya dan akan dibiarkan menjalankan tugas sesuai dengan hawa nafsunya.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Hadits diatas wajib dihayati oleh masyarakat Indonesia khususnya kaum muslim dalam menghadapi pemilihan presiden pada Februari tahun 2024 depan. Hadits diatas mengajarkan kepada kaum muslimin sebagai mayoritas di Indonesia untuk berhati hati dalam pemilihan presiden nanti.

Jika memilih peminpin tidak sesuai dengan anjuran Allah, maka akan mendapat murka Allah, sebab peminpin yang terpilih tidak akan bekerja dengan baik, tidak dibimbing oleh Allah dan akan bekerja sesuai dengan hawa nafsunya.

Memilih pemimpin sesuai dengan anjuran Allah dalam kontek Pilpres atau pemilu Indonesia yang dimaksud adalah memilih sesuai aturan main yang berlaku di Indonesia dan disesuaikan juga dengan hati nurani dan keyakinan terbaik menurut pilihannya.

Pemimpin yang terpilih dengan cara yang seperti ini insya Allah merupakan peminpin yang diberkati oleh Allah, peminpin yang akan dibimbing oleh Allah, karena terpilih sesuai ketulusan nurani dari masyarakat sesuai dengan nilai nilai yang dianjurkan oleh Allah SWT.

Peminpin yang seperti ini akan menjalankan tugasnya dengan baik, bekerja sesuai dengan aturan dan perundang undangan yang ada. Tidak korupsi, tidak nepotisme, tidak suka bohong dan selalu berfikir yang baik untuk memajukan dan mensejahterakan rakyatnya, bukan untuk diri, keluarga, partai atau golongannya.

Baca Juga  Lima Manfaat Jahe Untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Untuk Kesehatan Jantung

Allah SWT berfuirman dalam Al Quran Surat Al Ambiyak ayat 73 : “Dan kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami, dan kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan solat dan menunaikan zakat dan hanya kepada kami mereka menyembah”. (Ambiya :22)

Sementara peminpin yang terpilih tidak sesuai dengan anjuran Allah, maknanya adalah pemimpin yang terpilih bukan karena kualitas, kepeminpinan hingga integritasnya yang diragukan. Peminpin terpilih karena golongan, kelompok hingga karena uang atau kekuasaan.

Pemimpin yang seperti ini biasanya juga dipilih dengan cara dipaksakan bahkan hingga dilakukan dengan cara curang atau dengan menghalalkan segala macam cara. Termasuk dilakukan dengan cara melakukan kamuflase kebohongan pencitraan kepada masyarakat tentang sosok figur yang akan yang dipilihnya.

Pemimpin yang terpilih tidak sesuai anjuran Allah SWT, dia tidak akan mengutamakan kepentingan rakyat, akan tetapi mementingkan kepentingan dirinya, keluarganya, kelompoknya orang orang yang membiayai dan berada dibelakangnya. Janji janjinya untuk mensejahterakan rakyat tidak akan dipenuhi, jika harus menganggu kepentingan kelompok atau pihak lain yang berada dibelakangnya.

Tidak mengherankan jika pemimpin yang seperti ini akan mudah bohong dan sering bersebrangan perkataan dengan yang dilakukannya.

Bangsa Indonesia telah beberapa kali melakukan pemilihan pemimpin yang dilakukan secara langsung. Dari beberapa kali pemilihan secara langsung tersebut masyarakat sudah bisa menyaksikan sendiri dampak dari pilihan yang dilakukannya.

Baca Juga  Wujudkan Sampang Smart City, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi Resmikan Gedung Smart Room Center

Kepeminpinan nasional belakangann ini kepeminpinan yang paling banyak memunculkan permasalahan. Dari berbagai aspek program pembangunan yang dijalankannya, tidak membuat masyarakat tenang, bahkan dihantui kekhawatiran, karena kondisi bangsa tidak menentu.

Hutang luar negeri yang makin membesar, masyarakat miskin terus bertambah hingga ekenomi yang tak merata, demokrasi yang gagal, hukum yang diperjualbelikan dan berbagai kekhawatiran lainnya.

Kondisi yang seperti itu harus segera dihentikan. Para pemimpin dan aparat negara sipil maupun meliter, rakyat umum maupun seluruh elemen lainnya yang ada di negeri ini, harus sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan dalam proses maupun praktek rekrutmen kepeminpinan politik selama ini.

Rakyat dan semua elemen harus bergegas untuk melakukan perubahan dan kembali patuhi aturan main yang ada. Sebenarnya aturan atau regulasi proses pemilu di negeri ini baik, namun banyak yang dilanggar hanya untuk merebut kemenangan. Dan yang biasa melakukan itu adalah rezim penguasa yang ingin mempertahankan kekuasannya.

Jika tidak segera melakukan perubahan total, maka Indonesia akan menghadapi masa yang dapat mengantarkan pada kehancuran. Jika pemimpin yang terpilih tidak sesuai dengan anjuran Allah, maka tunggulah saatnya bangsa ini akan akan hancur. Karena peminpin terpilih yang tidak diridlai Allah akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan kehandak hawa nafsunya dan Allah tidak akan membimbing dan tidak akan memberikan hidayah-Nya.

Banyak pengamat menilai bahwa Pilpres tahun 2024 mendatang adalah momentum terakhir, apakah rakyat dan seluruh elemen masyarakat lainnya di Indonesia mampu memilih pemimpin atau menjalani proses pemilihan ini dengan baik, atau sebaliknya.

Baca Juga  Sebelum Mendaftar ke KPU, Pasangan AMIN Mengambil Miqot di Tiga Kantor DPP Partai Pengusung

Jika rakyat dan semua elemen mau menjalani Pemilu dengan baik maka akan yang akan terpilih adalah pemipin yang baik yang akan melakakukan perubahan dan perbaikan.

Akan tetapi jika Pilpres nanti berjalan curang, tidak diridlai Allah, maka pemimpin Indonesia ke depan makin buruk dan akan membawa petaka.

Cita cita menjadikan tahun 2045 sebagai Indonesia emas tidak mungkin tercapai, bahkan yang ada adalah kehancuran karena peminpinnya tidak diberi petunjuk oleh Allah dan bekerja sesuai hawa nafsunya.

Tiga pasangan Capres-Cawapres Indonesia pada Pilpres tahun 2024 mendatang telah ditetapkan oleh KPU. Mereka memiliki latar belakang dan track record yang terang bagi publik.

Masyarakat tinggal memilih sesuai dengan suara hatinya, pilihan yang terbaik yang didasarkan kepada kualitas, nilai nilai keagamannnya, kapabilitas, integritas, kepeminpinan, pengalaman dan akhlak. Jangan memilih karena ego golongan, karena uang apalagi karena paksaan.

Gejala akan adanya pemaksaan untuk memilih pasangan Capres-Cawapres tertentu ditengarahi sudah mulai banyak muncul kepermukaan.

Bambang Wijayanto ahli hukum yang juga mantan pimpinan KPK dalam sebuah wawancara dalam channel yuotube miliknya mengatakan bahwa didaerah sudah banyak terjadi pemaksaan dan desakan agar rakyat memilih pasangan tertentu.

Pemaksaan itu disertai ancaman jika warga tidak memilih maka bantuan sosial dari pemerintah yang diterimanya akan dihentikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

POLITIK| jatimtrending.com – Baru saja kita semua secara sadar mendengar pernyataan mengejutkan diucapkan oleh Presiden Jokowi, bahwa Presiden itu boleh berkampanye dan memihak, atas dasar hak demokrasi setiap orang termasuk…