Scroll untuk melanjutkan membaca
PENDIDIKAN

Begini Penjelasan Gus Muhlis Tentang Hukumnya Akad Nikah Muhallil dan Kawin Kontrak

Avatar photo
×

Begini Penjelasan Gus Muhlis Tentang Hukumnya Akad Nikah Muhallil dan Kawin Kontrak

Sebarkan artikel ini
Penulis : KH. Kholisol Muhlis, M.Pd.I, Dosen Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Madura.

PENDIDIKAN | jatimtrending.com – Muhallil adalah orang yang menikahi seorang wanita yang telah ditalak tiga oleh suami sebelumnya dengan tujuan untuk menceraikan wanita tersebut setelah menggaulinya agar suami pertamanya bisa menikahinya kembali.

Tetapi dalam konteks yang berbeda Muhallil bisa bermakna lain yaitu menikahi seorang wanita yang telah ditalak tiga oleh suami sebelumnya namun tidak ada tujuan menceraikan wanita tersebut.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pertanyaannya adalah mengapa Muhallil hukumnya haram dan tidak sah? Karena Muhallil identik dengan kawin kontrak, di mana di dalam akadnya disebutkan batas waktu.

Sebenarnya persoalan ini sederhana, yang membedakan antara kawin kontrak dengan kawin biasa adalah akad. Jika di dalam akad tidak disebutkan batas waktu maka pernikahannya sah dan tidak menyalahi hukum agama Islam.

Baca Juga  Tak Setuju Toilet Sekolah Bayar, Salah Satu Guru MAN 1 Pamekasan Kini di Mutasi Sepihak

Tetapi sebaliknya jika di dalam akadnya menyebutkan batas waktu maka pernikahannya tidak sah dan batal menurut hukum agama Islam.

Adapun dalil-dalil tentang haramnya Muhallil adalah sebagai berikut :

Dalil Pertama : 

Jika Niat Thalaq/nikah sementara disebutkan pada Waktu ‘Aqad Nikah maka Nikahnya Tidak sah karena termasuk Nikah Muth’ah adapun jika tidak disebutkan maka hukumnya Sah.

Jadi Nikahnya sah-sah saja akan tetapi hukumnya makruh.

إعانة الطالبين الجزء الثالث ص : 278

ولا مع تأقيت معطوف على مع تعليق أي ولا يصح النكاح مع توقيته قال ع ش أي حيث وقع ذلك في صلب العقد أما لو توافقا عليه قبل ولم يتعرضا له في العقد لم يضر لكن ينبغي كراهته

Baca Juga  Ulang Tahun SILDA Ke-4 Mengusung Tema, ”Mengabdi Untuk Ummat Dan Berbakti Kepada Pondok Pesantren"

Yang dimaksud Awan As-Safaritiyy Asy-syaikheriyy bahwa nikah muhallil tidak sah itu jika syarat pakai jarak waktu disebutkan saat akad, jika tidak disebutkan dalam akad maka tidak masalah, dan nikahnya sah akan tetapi makruh

Dalil Kedua :

Menurut Imam Syafi’i, jika tidak mensyaratkat penyebutan IHLAAL-nya dalam akad dan hanya diniatkan mentalaqnya (cukup niat saja) agar menjadi halal bagi suami pertama maka nikahnya sah akan tetapi makruh

وقال الشافعي : إذا تزوج رجل مطلقة غيره ثلاثا بنية إحلالها له فإنه يصح بشروط : : أن لا يشترط التحليل لفظا في العقد, فإذا قال : تزوجت فلانة بشرط إحلالها لمطلقها , أو قال : تزوجتها علي أنني إذا وطئتها طلقت أو بانت بطل العقد, ولا تحل للآول بوطئها بناء علي هذا العقد الفاسد, أما إذا تزوحها بدون شرط وفي نيته الطلاق لتعود إلي زوحها فإنه مكروه الفقه علي المذاهب الآربعة ج٤/ص٨٣٢ مكتبة عصرية بيروت

Baca Juga  Pilkades Serentak di Pamekasan Ditunda, 15 Desa Akan Dijabat PJ

Yang perlu dipertegas di sini adalah perbedaan antara akad dan rencana. Ketika seseorang merencanakan pernikahan Muhallil dalam percakapan sebelum akad berlangsung, maka itu tidak dinamakan akad.

Banyak orang menganggap bahwa percakapan sebelum terjadi pernikahan adalah akad, padahal sesungguhnya percakapan itu tidak dimasukkan ke dalam akad sehingga jika ada percakapan sebelum akad yg membatasi pernikahan dengan waktu maka hal itu tidak merusak terhadap akad.

Sehingga akad yang terjadi pada saat pernikahan yang tidak menyebutkan batasan waktu hukumnya sah walaupun dimulai dengan percakapan sebelumnya yang membatasi pernikahan tersebut dengan waktu, karena batasan waktunya tidak disebutkan ketika akad berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN| jatimtrending.com — Puasa Ramadan tahun 1445 Hijriyah ini mengandung makna tersendiri bagi kaum muslimin Indonesia. Betapa tidak puasa tahun ini bersamaan dengan momentum Pemilu tahun 2024 yang hingga kini…

PENDIDIKAN

POLITIK | jatimtrending.com – Peran Ulama maupun para Habaib yang menjadi tim pendukung pasangan Capres-Cawapres dalam pemilu  tahun 2024 ini ternyata tidak efektif dalam upaya menciptakan pemilu yang berkualitas. Pemilu …