Scroll untuk melanjutkan membaca
NASIONAL

Dewie Yasin Limpo Minta Ulama, Aktivis, dan Tokoh Nasional Tetap Bersatu Jangan Terpecah Belah

Avatar photo
×

Dewie Yasin Limpo Minta Ulama, Aktivis, dan Tokoh Nasional Tetap Bersatu Jangan Terpecah Belah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, JatimTrending.com- Saat ini pemahaman masyarakat atas nilai-nilai kebangsaan semakin menurun. Kita bisa menyaksikan banyaknya permasalahan bangsa ini seperti radikalisme, separatisme, penyebaran berita bohong (hoaks), dan ancaman perpecahan terus mengintai masyarakat dan bangsa Indonesia yang diselenggarakan di gedung Smesco Indonesia. Senin (09/10/2023)

Pasalnya, dalam konteks demokrasi banyak sekali perilaku yang tidak dilandasi oleh wawasan kebangsaan yang memadai sehingga membuat demokrasi yang menghasilkan model demokrasi prosedural saja setiap lima tahun sekali. Demokrasi juga syarat dengan distorsi ketika nilai-nilai wawasan kebangsaan diabaikan para elite.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ketua PB Forum Ulama dan Aktivis Islam (FORMULA) TG. Dedi Hermanto menyampaikan saat sambutan, ulama dan aktivis sebagai garda terdepan penjaga peradaban harus berada pada posisi terdepan dalam menjadi solusi permasalahan bangsa ini.

Baca Juga  Keutamaan Sholawat Dalam Al-Quran Dan Al-hadis, Berikut Penjelasannya

“Ulama sudah seharusnya berperan sebagai perekat umat dan bangsa dengan kontribusi keulamaan dan keteladanan moralitasnya sekaligus sebagai pengontrol dan penyampai kritik sosial konstruktif terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah yang dipandang perlu diluruskan dan ditingkatkan,” katanya.

Selanjutnya, ketua panitia Hj. Dewie Yasin Limpo menyampaikan, kondisi ulama saat ini masih terpecah-pecah oleh situasi politik yang menambah kerumitan situasi ini. Padahal peran ulama sangat strategis memberikan penyadaran dan pemahaman tentang pentingnya kondisi bangsa yang penuh kasih dan toleran. Bahkan ulama diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk tidak terpecah belah.

Baca Juga  Lebih Tua dari Zaman Majapahit, Prasasti Beraksara Jawa Kuno Ini Berangka Tahun 859 Saka

“Dari situlah maka dibutuhkan sebuah resolusi kebangsaan membawa kesituasi yang kembali dicita citakan Bersama. Dalam tahun politik ini, maka tokoh-tokoh bangsa harus memiliki solusi. Dikarenakan indikasi lemahnya kebangsaan bisa dilihat dimana di tahun-tahun yang lalu, nilai nilai kebangsaan tidak lagi menjadi acuan sebagian pemangku kebijakan atau penyelenggara Negara,” ungkapnya.

Disamping itu, Hj. Dewie Yasin Limpo mengatakan hal ini terbukti dengan semakin panjangnya kasus mafia hukum dan kasus kriminalisasi di lingkaran kekuasaan, dimana akhirnya Negara tidak mempunyai acuan filosofis kebangsaan dan kenegaraan. NKRI dikepung oleh perilaku menyimpang sebagian penyelenggara negara, ideologi asing dan saling fitnah anak bangsa.

Baca Juga  Menjelang Natal Tahun Baru Dan Pemilu 2024 Mendatang, Kantor Imigrasi Pamekasan Bagun Sinergitas Dalam Operasi Jagratara

“Untuk itu peran Tokoh-tokoh Bangs ini harus benar-benar nyata dalam memberikan solusi kebangsaan dan telah hadir didepan kita, tokoh-tokoh nasional yang saat ini memagang jabatan strategis. Disitulah masa depan Bangsa Indonesia nantinya kita titipkan,” tukasnya

Perlu diketahui bersama dalam bingkaian acara simposium nasional resolusi kebangsaan Letjen (Purn) H. Prabowo Subianto Joyohadikusumo (Menhan), Jenderal Polisi (purn) Prof. Drs. Tito Karnavian, MA, Ph.d (Mendagri) dan Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A (Menparekraf).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *