Scroll untuk melanjutkan membaca
PENDIDIKAN

Hakikat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

×

Hakikat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebarkan artikel ini
Penulis : H. Ahmad Muzairi, Tokoh Pemuda Islam Madura

Jatim Trending – Saat ini semarak ditengah-tengah umat Islam diseluruh penjuru dunia pada setiap memasuki bulan Rabiul Awal kegiatan-kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. sebagaimana kita tahu bahwa pada bulan Rabiul Awal Nabi Muhammad SAW dilahirkan sebagai nabi terakhir.

Lalu bagaimana hakikat memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. dan bagaimana semestinya yang dilakukan oleh umat Islam dalam kegiatan peringatan tersebut, berikut penjelasannya dalam Al-Quran, Al-Hadits dan pendapat para Ulama :

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

1. Bergembira dengan Nabi SAW.

Firman Allah SWT :

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Surat Yunus Ayat 58).

Sebagian mufassir memaknai Karunia Allah yang dimaksud dalam ayat diatas adalah agama Islam dan Rahmat Allah yang dimaksud adalah Al-Quran, tetapi sebagian mufassir yang lain memaknai Rahmat Allah itu adalah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah SWT :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Surat Al-Anbiya ayat 107).

Dan firman Allah SWT :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (Surat At-Taubah 128).

Bahkan diutusnya Nabi Isa AS. salah satunya juga diperintah oleh Allah SWT untuk menyampaikan kabar gembira akan datangnya seorang utusan Allah SWT setelahnya yaitu Nabi Muhammad SAW. Firman Allah SWT :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (surat As-Saff ayat 6).

Baca Juga  Pilkades Serentak di Pamekasan Ditunda, 15 Desa Akan Dijabat PJ

2. Bersyukur Kepada Nabi SAW.

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqy :

(في شعب الايمان وضعفه), ونصه :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” أخبرني جبريل أنه إذا كان يوم القيامة جمع الله الأولين والآخرين، يقول الله لعبده: عبدي هل شكرت فلاناً على ما كان منه إليك؟ فيقول: لا، يا رب شكرتك لأن النعمة كانت منك قال: فيقول الله: ما شكرتني إذ لم تشكر من أديت النعمة لك على يديه”

Rasulullah SAW, bersabda: “Jibril berkata kepadaku, bahwa jika pada Hari Kiamat Allaah mengumpulkan golongan orang2 yang pertama dan yang terakhir, Allaah akan berfirman kepada hambanya: Hamba-Ku, apakah kamu telah berterima kasih kepada Fulan atas apa yang dia berikan kepadamu? Dia berkata: Tidak, ya Tuhan. Aku berterima kasih kepadaMu karena Sesungguhnya nikmat itu berasal dariMu. berkata: Allaah berfirman: Kamu tidak berterima kasih kepadaKu jika kamu tidak berterima kasih kepada orang yang telah Aku anugerahkan nikmatKu melalui tangannya.”

وعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى لله عليه وسلم قال:” لا يشكر الله من لا يشكر الناس” (رواه احمد وابو داود والترميذي)

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Bahwa Rasulullah SAW, bersabda : “Tidak termasuk orang yang bersyukur kepada Allaah, orang yang tidak bersyukur kepada manusia”

(Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Al-Tirmidzi).

وجاء في الحديث القدسي، أنه قال الله تعالى: «عِبَدِيْ! لَمْ تَشْكُرْنِي إِذَا لَمْ تَشْكُرْ مَنْ أَجْرَيْتُ النِّعْمَةَ عَلَى يَدَيْهِ».

Dan diriwayatkan dalam sebuah Hadits Qudsi, Bahwa sesungguhnya Allah SWT berfirman : “HambaKu tidak termasuk orang yang bersyukur kepadaKu, jika tidak bersyukur kepada orang yang telah AKU lewatkan nikmatKu melalui tangannya”.

قال الخطابي: هذا يتأول على وجهين، أحدهما: أن من كان من طبعه وعادته كفران نعمة الناس وترك الشكر لمعروفهم، كان من عادته كفران نعمة الله تعالى وترك الشكر له، والوجه الآخر: أن الله سبحانه لا يقبل شكر العبد على إحسانه إليه إذا كان العبد لا يشكر إحسان الناس، ويكفر معروفهم” انتهى.

Berkata Al Khattabi :

Baca Juga  Pintu-pintu Masuknya Syaitan ke Dalam Relung Hati Manusia, Apa Saja…? Yuk Kita Intip

Hadits ini ditafsirkan dalam 2 pandangan :

Pertama : Sesungguhnya terdapat orang yang karena tabiat dan kebiasaanya mengingkari nikmat manusia dan meninggalkan rasa syukur atas kebaikannya.

Kedua: Sesungguhnya Allaah SWT tidak menerima syukur seorang hamba atas kebaikan yang diterimanya, manakala seorang hamba tersebut tidak bersyukur atas kebaikan orang dan mengingkarinya.

Syekh Salim bin Sumair, berkata :

وَلَا شَكَّ أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَاسِطَةُ الْعُظْمٰى لَنَا فِيْ كُلِّ نِعْمَةٍ بَلْ هُوَ أَصْلُ الْإِيْجَادِ لِكُلِّ مَخْلُوْقٍ آدَمَ وَغَيْرِهِ.

Dan tidak diragukan lagi, bahwasanya Nabi SAW merupakan perantara terbesar bagi kita dalam setiap kenikmatan [yang dikaruniakan], bahkan beliau adalah asal perwujudan bagi setiap makhluk, yaitu Nabi Adam dan selainnya.

3. Mencintai Nabi SAW.

Bersabda Nabi Muhammad SAW :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga kalian menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari no. 14).

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu: (1) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari no. 16, Muslim no. 43/67, At-Tirmidzi no. 2624, An-Nasa’i VIII/96, dan Ibnu Majah no. 4033).

المرء مع من أحب

“Seseorang itu akan bersama siapa yang ia cintai”. (HR. Bukhari no. 6169 dan 6170, Muslim no. 2741)

4. Meneladani dan mengikuti Nabi SAW.

Setiap muslim meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah contoh dan teladan yang sempurna di dalam segala sifat mulia lagi terpuji. Bahkan Allah SWT dalam segala sisi memuji perangai dan akhlak beliau yang mulia. Hal ini tertuang dalam Al-Qur’an Firman Allah SWT :

Baca Juga  Puskesmas Omben Mendapat Nilai Tertinggi Penilaian Ombudsman RI di Kabupaten Sampang

و إنك لعلى خلق عظيم

“Dan sungguh engkau (Muhammad) benar-benar di atas akhlak yang terpuji.” (Surat Al-Qolam ayat 4).

Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari Kiamat dan dia banyak menyebut Nama Allah.” (Surat Al-Ahzaab, ayat 21)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Ayat yang mulia ini adalah pokok yang agung tentang meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai perkataan, perbuatan dan perilakunya. Untuk itu, Allah SWT memerintahkan manusia untuk meneladani sifat sabar, keteguhan, kepahlawanan, perjuangan dan kesabaran Nabi SAW”.

Bahkan meneladani Nabi Muhammad SAW dan mengikuti Sunnah-sunnahnya sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT. Firman Allah ST :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Ali ‘Imran ayat 31).

Seorang penyair pernah mengatakan :

إنّ المُحِبَّ لمن يحب مطيعٌ

“Sejatinya orang yang mencintai itu patuh terhadap perintah yang dicintainya.“

5. Bersholawat dan berwasilah kepada Nabi SAW.

Firman Allah SWT. :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Surat Al Ahzab ayat 56).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Nabi SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِي الوَسِيْلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti.” (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabiy no. 50, Isma’il bin Ishaq Al Jahdiy.)

Demikian semoga bermanfaat, AMIN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN| jatimtrending.com — Puasa Ramadan tahun 1445 Hijriyah ini mengandung makna tersendiri bagi kaum muslimin Indonesia. Betapa tidak puasa tahun ini bersamaan dengan momentum Pemilu tahun 2024 yang hingga kini…

PENDIDIKAN

POLITIK | jatimtrending.com – Peran Ulama maupun para Habaib yang menjadi tim pendukung pasangan Capres-Cawapres dalam pemilu  tahun 2024 ini ternyata tidak efektif dalam upaya menciptakan pemilu yang berkualitas. Pemilu …