Scroll untuk melanjutkan membaca
PENDIDIKAN

Keutamaan Sholawat Dalam Al-Quran Dan Al-hadis, Berikut Penjelasannya

×

Keutamaan Sholawat Dalam Al-Quran Dan Al-hadis, Berikut Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Penulis : H. Ahmad Muzairi, SH., MH. Advokat dan Tokoh Pemuda Agama Islam, Madura

Jatim Trending – Berikut beberapa penjelasan, keutamaan membaca sholawat atas junjungan Nabi Muhammad SAW. yang tertuang dalam Alkitab Al-Qur’an dan Al-Hadis :

1. Pengertian Shalawat
makna shalawat adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Abul ‘Aliyah :
صَلاَةُ اللَّهِ ثَنَاؤُهُ عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلاَئِكَةِ
Artinya :
“Shalawat Allah adalah pujian-Nya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan para malaikat.” (HR. Bukhari no. 10)

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sebagian ulama mengatakan bahwa makna shalawat dari Allah adalah rahmat, dari malaikat adalah istigfar (mohon ampunan) dan dari manusia adalah do’a. Namun makna shalawat dari Allah yang lebih tepat adalah sebagaimana perkataan Abul ‘Aliyah di atas.

2. Perintah Shalawat
Firman Allah SWT. :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab ayat 56).

3. Keutamaan Shalawat
a. Dimudahkan Segala Urusan dan dikabulnya hajat. Sabda Nabi :
كُلُّ دُعَاءٍ يُدْعَى اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ بِهِ مَحْجُوبٌ عَنِ السَّمَاءِ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ
“Doa itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bershalawat untuk nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [H.R. Thabarani]

b. Dianugerahkan 10 Rahmat, dihapus 10 dosa, dan diangkat 10 darajatnya. Sabda Nabi HR. An-Nasai :
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Baca Juga  Meminta Amal Jariyah di Jalan Untuk Pembangunan Masjid, Apa Hukumnya...?

4. Waktu Shalawat
a. Hari Jumat.
Rasulullah bersabda :
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
Artinya :
“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena sholawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap hari Jumat. Barangsiapa yang banyak bersholawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi).

b. Pagi dan Sore Hari.
Dari Abu Ad-Darda RA, bahwa Rasulullah bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya :
“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. at-Tabrani).

c. Ketika di sebuah Majelis.
Dari bu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah bersabda :
مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ
Artinya :
“Tidaklah suatu kaum yang duduk-duduk di suatu majelis di mana mereka tidak berdzikir kepada Allah dan tidak bersholawat kepada Nabi di dalam majelis itu maka akan menjadi penyesalan bagi mereka. Bila Allah mau maka akan menyiksa mereka, dan bila Allah mau maka akan mengampuni mereka.”

Baca Juga  Anak SMK Bina Husada Pamekasan Membuat Dua Produk Herbal Kesehatan

d. Ketika disebut Nama Nabi.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ
Artinya :
“Sungguh celaka, orang yang disebut namaku di sisinya lantas ia tidak bershalawat untukku” (HR. Tirmidzi no. 3545).

Dari ‘Ali bin Abi Tholib, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الْبَخِيلُ الَّذِى مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ
Artinya :
“Orang yang disebut pelit adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.” (HR. Tirmidzi no. 3546)

e. Ketika disamping Makam Rasulullah.
Abu Dâwud dengan isnad yang hasan, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ
Artinya :
“Tidak ada seorangpun yang memberikan salam kepadaku kecuali Allâh akan mengembalikan rohku kepadaku, sehingga aku akan membalas salamnya”. (I/570)

f. Ketika masuk masjid.
Dari Fatimah -Radhiyallahu ‘Anha- berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bila anda masuk mesjid, maka ucapkanlah:
((بِسْمِ اللهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَاغْفِرْ لَنَا وَسَهِّلْ لَنَا أبْوَابَ رَحْمَتِكَ))

Artinya :
“Dengan nama Allah, salam untuk Rasulullah, ya Allah shalawatlah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, ampunilah kami dan mudahkanlah bagi kami pintu-pintu rahmat-Mu.”

Baca Juga  Ketika Ulama Gagal Melakukan Pencerahan Pemilu

Dan bila keluar dari mesjid maka ucapkanlah itu, tapi (pada penggalan akhir) diganti dengan:
((وَسَهِّلْ لَنَا أبْوَابَ فَضْلِكَ))
“Dan permudahlah bagi kami pintu-pintu karunia-Mu.” [H.R. Ibnu Majah dan Tirmidzi]

5. Bacaan Shalawat
Bacaaan Shalawat banyak sekali macamnya sebagaimana diajarkan oleh para ulama, dari yang paling pendek seperti : صلى الله على محمد sampai yang sangat panjang dan paling utama.
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu ta’ala dalam kitab beliau Fathul Bari, beliau mengatakan bahwa diambilkan dalil yang didalamnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya tentang bagaimana tatacara bersholawat setelah para sahabat bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa itu adalah tatacara shalawat yang paling utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memilih untuk kepentingan beliau kecuali yang paling utama dan yang paling mulia. Di antara bentuk bacaan shalawat nabi yang paling utama yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya. Semoga Allah selalu memberi kita ilmu yang bermanfaat. AMIN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN| jatimtrending.com — Puasa Ramadan tahun 1445 Hijriyah ini mengandung makna tersendiri bagi kaum muslimin Indonesia. Betapa tidak puasa tahun ini bersamaan dengan momentum Pemilu tahun 2024 yang hingga kini…

PENDIDIKAN

POLITIK | jatimtrending.com – Peran Ulama maupun para Habaib yang menjadi tim pendukung pasangan Capres-Cawapres dalam pemilu  tahun 2024 ini ternyata tidak efektif dalam upaya menciptakan pemilu yang berkualitas. Pemilu …