Scroll untuk melanjutkan membaca
HUKUM

Hendak Berangkat Ngaji, Anak Perempuan Jadi Korban Penjambretan Dengan Modus Baru Pura-Pura Tanya Alamat

Avatar photo
×

Hendak Berangkat Ngaji, Anak Perempuan Jadi Korban Penjambretan Dengan Modus Baru Pura-Pura Tanya Alamat

Sebarkan artikel ini

Pamekasan, Jatim Trending – Seorang anak perempuan di Desa Toronan, Kabupaten Pamekasan jadi korban jambret berupa kalung emas, peristiwa ini membuat heboh warga, Selasa (20/6/2023).

Korban berinisial MI (10) dijambret di jalan desa setempat saat hendak berangkat ngaji bersama temannya.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Korban dan teman korban sangat histeris setelah kejadian itu

Baca Juga  Hari Ini KPK Geledah Rumah Dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo

Kejadiannya, waktu sore korban boncengan sama temannya naik sepeda hendak berangkat ngaji.

Setelah sampai di Jalan Desa Toronan, korban diberhentikan oleh dua pelaku yang berboncengan mengendarai motor dengan wajah ditutupi masker dan mengenakan helm.

Kemudian pelaku menanyakan alamat seseorang yang bernama Sandi.

Setelah itu dua pelaku yang mengenakan sarung tersebut langsung menarik kalung korban hingga membuat leher korban terluka.

Baca Juga  Politisi Golkar Serukan Jaga Kondusifitas Jelang Pilkades Serentak di Pamekasan

Kalung korban berhasil dijarah oleh pelaku tersebut, lalu korban langsung melompat dari sepedanya dan berteriak “Maling maling maling”.

Mendengar korban berteriak, pelaku langsung tancap gas kabur ke arah selatan Jalan Raya Desa Toronan.

Banyak warga keluar rumah dan ada sebagian yang mengejarnya, tapi karena pelaku lebih dulu start memacu motornya tidak terkejar.

Kerugian korban ditaksir jutaan rupiah.

Dihubungi terpisah, Paman Korban, Wafi mengaku sempat melihat kedua pelaku tersebut saat hendak pulang kerja.

Baca Juga  PSBB Gandeng Forum Pemuda Tampojung Pregi Gelar Khitan Gratis Di Waru, Pamekasan

Saat itu kedua pelaku ini kata dia ngebut mengendarai motor ke arah selatan Jalan Raya Desa Toronan.

“Saya melihat pelaku naik motor dengan kecepatan tinggi, kami bertemu di pertigaan selatan. Karena pada saat itu saya tidak tahu apa yang terjadi, saya tidak mempedulikannya,” tutup Wafi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *