Scroll untuk melanjutkan membaca
HUKUM

Diduga Adanya Pengrusakan Rumah, Ahli Waris Tanah Yayasan Nuruddiniyah Bawa Ke Ranah Hukum

Avatar photo
×

Diduga Adanya Pengrusakan Rumah, Ahli Waris Tanah Yayasan Nuruddiniyah Bawa Ke Ranah Hukum

Sebarkan artikel ini

Pamekasan, Jatim Trending – Kasus Sengketa tanah kembali terjadi di Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur yang melibatkan beberapa ahli waris berapa bidang tanah yang menjadi polemik pada sebidang tanah waris yang kemudian menjadi tanah wakaf yayasan Nuruddiniyah, Desa Samiran Kecamatan Proppo. Minggu (11/6/2023)

Buktinya, para pihak sebagai ahli waris merupakan saudara kandung dan sebelumnya merasa terusir serta seolah salah menempati tanah tersebut. Padahal mereka menduga masih memiliki hak atas tanah yang kini telah megah berdiri beberapa lembaga pendidikan di luasan sekitar dua ribu meter persegi tersebut.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Pengasuh pondok pesantren yayasan Nuruddiniyah Samiran Proppo Kyai Ermano Aidi Nurul Fatha atau Kyai Eddy melalui kuasa hukumnya mengatakan bangunan ini adalah milik Pondok Pesantren Putri, alias tanah wakaf Yayasan Nuruddiniyah, Karena sekolah TK kurang ruangan, kemudian pondok putri mengalah untuk dijadikan sekolah TK. Asal bangunan ini menghadap ke utara, tapi kemudian dirubah menghadap ke timur karena mau ditempati khusus pendidikan TK.

“Ini bukan rumahnya Ibu Nanik, tapi ini bangunan milik asrama santri putri. Rumahnya Ibu Nanik di Utara bangunan ini,” katanya.

Baca Juga  Karena Ngantuk, Sopir Pick-Up di Sumenep Meninggal Dunia.

Sementara itu, Erny Fuji Astutik atau dipanggil Nanik yang juga merupakan adik kandungnya melalui kuasa hukumnya, H. Alie Imron Al Farisy, SH. menyampaikan menduga adanya upaya pengusiran dan perusakan rumah atau bangunan yang selama ini ditempati olehnya. Dengan dalih adanya perluasan bangunan lembaga pendidikan setempat sebab memang perseteruan tersebut telah lama terjadi di dalam keluarga besar Kaukabah.

“Yang merupakan asli ahli waris sebidang tanah tersebut merupakan kami, tetapi oleh Eddy direbut seolah kami tidak mempunyai hak untuk menempati sebidang tanah yang sudah dibangun,” ungkapnya.

Baca Juga  Salah Satu Calon Kepala Desa Pangurayan Mengadakan Sunatan Massal Gratis

Perlu diketahui, pasca upaya pengrusakan properti rumah tersebut. Maka secara bersama-sama tiga bersaudara melakukan upaya hukum dengan mendatangi Satreskrim Polres Pamekasan. Mereka datang bersama kuasa hukum untuk melaporkan ke pihak berwajib atas dugaan tindak pidana perusakan properti atau rumah yang bersangkutan.

“Sebab hingga saat ini status tanah wakaf yang diklaim itu masih dalam sengketa keluarga sebab tanpa prosedur dan persetujuan keluarga yang merupakan ahli waris sebenarnya dari dulu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *