Scroll untuk melanjutkan membaca
NASIONAL

Pemprov Jawa Timur Wajib Menjaga Suplai Daging Impor Untuk Stabilisasi Harga

Avatar photo
×

Pemprov Jawa Timur Wajib Menjaga Suplai Daging Impor Untuk Stabilisasi Harga

Sebarkan artikel ini

PPD Jatim (Paguyuban Pedagang Daging) rembukan semakin tingginya harga daging melebihi HET Pemerintah.

Sidoarjo, Jatim Trending – Ditengah marak kelangkaan minyak goreng dan mogoknya pengusaha tempe dan tahu akibat harga kedelei semakin tinggi, sekarang muncul masalah baru yakni naik harga daging melebihi HET Pemerintah.

Scroll untuk melanjutkan membaca
Scroll untuk melanjutkan membaca

Hal ini menjadi problema bagi para pedagang daging yang terjadi tiap tahun, yang tak pernah bisa di lalui dengan baik dan tanpa gejolak.

Di tengah situasi seperti ini Paguyuban Pedagang Daging (PPD) melakukan rembukan (Rapat kecil) dengan seluruh pengurus dan anggota yg ada di seluruh Jatim bertempat di Kedai Soto Kudus di sekitar Masjid Agung Sidoarjo.

Baca Juga  Pelayanan Maksimal Puskesmas Omben di bawah Pandu drg Yuanita Menuju Zona Integritas

Mereka membahas solusi untuk menekan harga daging yang terus naik. Keadaan ini semakin kritis seiring dengan naiknya harga sapi lokal, yang dihadiri oleh perwakilan dari kabupaten kota di Jawa Timur, diantaranya perwakilan dari Ponorogo, Malang, Tuban, Jombang, Surabaya dan Sidoarjo.

Yang jadi pokok pembahasan utama adalah ketika bergulir informasi ketersediaan daging sapi di Jabodetabek sebagai pusat peredaran daging import yang seharusnya bisa mereduksi kelangkaan daging sapi atau sebagai stabilisator harga daging sapi pasokannya sedikit.

Baca Juga  Usai Di Demo, Mie Gacoan Pamekasan Naikkan Harga Sesuai Tuntutan PKL

H. Dondik selaku Ketua PPD Jawa Timur menyampaikan “Pergerakan harga daging sapi di Jabodetabek sampai diangka 150 ribu (Suber berita tempo), sedangkan di Jawa Timur diangka 110 ribu/kg, harga ini sudah melanggar. Permendag-RI Nomor 7 tahun 2020 yang mengatur tentang HET. Untuk harga daging  import HET 80 ribu dan harga daging lokal HET 105 ribu”.

“Bila situasi harga daging saat ini tidak segera ditangani oleh Pemerintah, maka situasi akan semakin kacau karena penyerapan konsumsi daging sebentar lagi akan naik menghadapi bulan puasa dan lebaran”. pungkas H.Dondik dengan serius

Baca Juga  Dandim 0826 Pamekasan Bersama Laksma TNI Deny Septiana Pantau Langsung Kegiatan TMMD Ke 119

Dari hasil rembukan ini, PPD menyimpulkan bahwa untuk menekan harga daging sapi tidak melampaui HET, yaitu Pemerintah harus menjaga pasokan daging impor yang cukup agar tidak terjadi kelangkaan, ini sesuai dengan hukum ekonomi yakni dengan semakin tingginya permintaan sedangkan barang sedikit maka harga akan semakin tinggi juga.

Ketua PPD berbadan tambun ini berharap “Sebelum puasa dan lebaran Pemprov Jatim terus menjaga pasokan daging impor sesuai dengan hasil rembukan kami, agar HET di Jawa Timur stabil sehingga masyarakat kepanikan dan kecemasan masyarakat tidak semakin komplek ditengah pandemi yang belum berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *